MAJU BERSAMA DIA
Yohanes 11:1-45
“Mengapa saya hidup, dan untuk apa?” Kadang pertanyaan ini muncul.
Bukan karena kita sedang depresi lalu ingin mati, melainkan karena kita ingin
memikirkan arti hidup secara mendalam. Apa sesungguhnya yang menggerakkan
kita melakukan berbagai hal? Apa yang menjadi motivasi dan tujuan kita?
Maria dan Marta sangat sedih karena kematian Lazarus, saudara laki-laki mereka. Bagi mereka, Lazarus adalah sosok pelindung, yang memberi mereka rasa aman. Dalam budaya patriarkis yang kuat pada masa itu, kehilangan saudara laki- laki menjadi pukulan yang sangat memedihkan hati. Mereka sebenarnya sudah berusaha
meminta Yesus datang
ketika Lazarus masih sakit. Namun, Yesus baru datang setelah Lazarus
meninggal selama empat hari dan terbaring di kubur. Dalam kepedihan hati itulah Yesus menjumpai Maria dan
Marta. Ia berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati.” Dan benar, Yesus membangkitkan
Lazarus. Ia mengubah dukacita Maria
dan Marta menjadi
sukacita, serta membuat mereka melihat kemuliaan Allah.
Sahabat, Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Dialah alasan terbesar
bagi kita untuk terus berjuang. Dalam segala keadaan,
kita dapat melihat dan mengalami kemuliaan Allah. Jika kita percaya
Dia adalah kebangkitan dan hidup, maka
ketika jatuh, kita akan terus berjalan maju bersama Dia. (Wasiat)
REFLEKSI:
Yesus Kristus adalah dasar dan alasan kita untuk hidup! Dalam situasi terpuruk sekalipun, bersama Dia kita punya kekuatan dan daya juang.